Bahayakah Mandi di Malam Hari?

Di Mitos atau Fakta 48 views

Sejak kecil, anak-anak Indonesia sudah terpapar dengan kebiasaan segera mandi saat bangun tidur dan diwanti-wanti agar tidak mandi di malam hari. Berbagai dampak buruk senantiasa dikaitkan dengan orang yang mandi malam, mulai dari rematik, flu tulang, dan lain sebagainya. Apakah dampak buruk ini benar atau hanya mitos belaka? Bagaimana bila pekerjaan menguras waktu sehingga terpaksa mandi di dalam hari?

Sebagian masyarakat meyakini mandi malam berbahaya bagi kesehatan, namun sebenarnya hal ini belum terbukti secara medis.

 

Apa yang Terjadi jika Seseorang Mandi pada Malam Hari?

Bahayakah Mandi di Malam Hari

Dikutip dari vice.com, dr. Mahesa Pranadipa dari Ikatan Dokter Indonesia mengatakan bahwa terdapat dua kondisi pada seseorang yang mandi pada malam hari yaitu mandi sebelum tidur atau mandi setelah tidur. Bukan ‘waktu’ yang menjadi momok permasalahan, melainkan kondisi saat kita akan mandi. Kedua kondisi tadi akan menimbulkan dampak yang berbeda pada tubuh.

Ketika seseorang merasa kelelahan akibat beraktivitas seharian, tubuh melakukan metabolisme sehingga terjadi peningkatan suhu tubuh. Tubuh yang tengah mengalami peningkatan suhu tidak baik bila langsung diguyur dengan air dingin.

Efek dingin yang datang tiba-tiba dapat menimbulkan vasospasme (penyempitan pembuluh darah). Tidak dianjurkan pula mandi setelah begadang semalaman. Selain itu, dapat disimpulkan mandi di malam hari saat badan sudah santai dan rileks (kondisi setelah tidur) atau mandi di malam hari menggunakan air hangat juga tidak berbahaya.

 

Benarkah Mandi di Malam Hari Menyebabkan Rematik dan Paru-Paru Basah?

Rematik adalah sebutan bagi orang yang menderita artritis (radang sendi). Terdapat tiga jenjs artritis yang paling sering dialami yaitu osteoartritis, artritis gout, dan reumatoid artritis.

Perlu diketahui bahwa tidak ada hububgan antara mandi di malam hari dengan penyakit rematik. Seiring bertambahnya usia, kepadatan massa tulang akan menurun. Selain itu, cairan sendi pada antar tulang juga akan mengalami perubahan komposisi.

Hal inilah yang menyebabkan keluhan nyeri tulang dan sendi yang secara awam sering disebut rematik. Gejala ini bersifat progresif, di mana keluhan terjadi perlahan-lahan dan lama-kelamaan akan semakin memburuk.

Sedangkan paru-paru basah disebabkan oleh infeksi bakteri yang lewat pernafasan atau darah. Secara medis, paru-paru basah merujuk pada adanya cairan atau lendir pada kantung udara di dalam paru sehingga menyebabkan peradangan dan membengkak. Kondisi ini disebut dengan pneumonia dan muncul dengan beberapa gejala, seperti:

  • nyeri saat bernafas
  • batuk berdahak
  • demam menggigil
  • keringat berlebih

 

Apakah Mandi di Malam Hari Bisa Dilakukan oleh Siapa Saja?

Para ahli meyakini bahwa bayi sangat rentan terhadap perubahan suhu pada tiga bulan pertama kehidupannya. Suhu dingin (rendah) dapat menyebabkan terjadinya hipotermia yaitu ketika suhu tubuh turun drastis hingga dibawah 35° celsius.

Kemampuan mengatur suhu yang belum sempurna menyebabkan bayi rentan mengalami hipotermia. Oleh sebab itu, dianjurkan tidak memaksakan memandikan bayi di malam hari. Bila terpaksa memandikan bayi di sore atau malam hari, gunakan air hangat dan segera keringkan tubuh bayi dengan handuk. Kemudian, baringkan di tempat hangat agar bayi merasa nyaman. Segera hubungi bantuan medis bila bayi tampak bernafas lebih cepat, pucat, gemetaran, bahkan membiru (sianosis).

 

Di balik banyaknya mitos mengenai mandi di malam hari, ternyata banyak manfaat yang dapat kita nikmati yaitu terhindari dari penyakit yang disebabkan oleh bakteri, tidur menjadi lebih nyenyak dan rileks, serta melancarkan peredaran darah. Penting untuk mengondisikan tubuh hingga rileks dan santai sebelum mandi di malam hari.

author
Fakultas Kedokteran Universitas Jember
Tak Sengaja Telan Biji Apel, Sebabkan Kematian?
Tak Sengaja Telan Biji Apel, Sebabkan Kematian?
“an apple a day keeps the doctor
Baca Juga×

Top